Telapaksumut.blogspot.com
Batu ini dipercaya sebagai tempat tinggal
jin setelah berkembang sebuah cerita dimana pada zaman dulu di desa
yang bernama Uruk Rambutan hiduplah seorang kakek bersama isterinya yang
pekerjaan sehari-harinya adalah berladang. Suatu hari saat sang kakek
ingin membuka lahan ladang baru di hutan bertemu dengan mahkluk bertubuh
kecil dengan kaki terbalik ke belakang dan orang-orang menyebutnya
Umang yang dalam bahasa Karo berarti jin atau roh.
Saat melintas
tersebut Umang bertanya kepada kakek : “ Mau kemana Kek?” Sang Kakek
menjawab bahwa dirinya akan membuat lahan ladang baru untuk menanam
padi. Umang pun menawarkan bantuan kepada kakek untuk membuka ladang
baru, namun dengan syarat kakek tidak boleh mengajak perempuan atau anak
kecil. Setelah sang kakek menyetujui syarat tersebut Umang dan
teman-temannya membantu kakek membuka ladang. Ladang seluas kurang lebih
3 hektar pun siap digunakan dalam sehari.
Sesampainya di rumah sang kakek
mengatakan kepada istrinya bahwa ladang siap untuk ditanami.Sang istri
merasa heran bagaimana mungkin lahan seluas itu dapat selesai dalam satu
hari. Pada keesokan hari sang kakek membawa bibit padi untuk ditanam di
lahan yang kemarin telah siap.
Tanpa sepengetahuan kakek sang istri
mengikuti perjalananannya. Hal ini membuat Umang marah karena sang kakek
dianggap melanggar perjanjiannya. Akhirnya ladang yang siap tanam
tersebut seketika berubah menjadi semak belukar kembali.
Pada keesokan
harinya kakek kembali membuka lahan tersebut, hingga berhari-hari
lamanya baru dapat diselesaikannya. Saat membersihkan itulah ditemukan
batu besar yang disebut Gua Kemang. Dan sampai saat ini batu besar
tersebut dipercaya sebagai rumah tempat tinggal umang.
medan.panduanwisata.com
image : telapaksumut.blogspot.com